Perbandingan Prosodi Semantis Kata “Kiai” pada Media Independen dan Media Keagamaan dalam Pemberitaan Pesantren Bulan Oktober 2025
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan prosodi semantis kata kiai dalam pemberitaan pesantren pada media independen dan media keagamaan selama Oktober 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian publik terhadap pesantren pascaperistiwa ambruknya Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo yang memicu diskursus mengenai tata kelola Lembaga serta otoritas figur kiai di ruang publik. Dalam konteks tersebut, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun representasi melalui pilihan leksikal yang mencerminkan editorial masing-masing. Penelitian ini menggunakan pendekakatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan analisis linguistik korpus berbasis frekuensi, kolokasi, dan konkordansi menggunakan perangkat Sketch Engine. Data diperoleh dari empat media daring, yaitu Tempo.co dan Kompas.com sebagai media independen (157 artikel; 88.004 token; 188 kemunculan kata kiai 1,756.58 PMW), serta Kementerian Agama RI dan NU Online sebagai media keagamaan (119 artikel; 73.796 token; 103 kemunculan kata kiai 1,168.28 PMW). Analisis dilakukan identifikasi kolokat berdasarkan nilai Mutual Information (MI) serta penelusuran konteks kemunculan (KWIC) untuk menentukan kecenderungan prosodi positif, negatif, dan netral. Hasil Penelitian menunjukkan adanyan perbedaan dalam konstruksi prosodi semantis. Media keagamaan didominasi prosodi semantis positif sebesar 73% melalui kolokasi seperti, keteladanan, ilmu, dan mengajarkan yang menempatkan kiai sebagai figur pendidik. Sebaliknya, media independen menunjukkan distribusi lebih beragam dengan dominasi prosodi netral sebesar 42% dengan kolokat evaluatif. Temua ini menegaskan bahwa orientasi editorial berpengaruh terhadap representasi kiai dalam wacana media digital serta memperkuat relevansi kajian prosodi semantis dalam analisi media keagamaan.
Downloads
References
Akhtar, dkk. (2025). Semantic Prosody in the Runaways: A Corpus-based Investigation of Political Discourse. Journal of Applied Linguistics and TESOL, 8(4), 1147–1159. https://doi.org/10.63878/jalt1527
Amallah, dkk. (2025). Media Independence and Share Ownership Structure in Indonesian Media with a Focus on Tempo. Discover Global Society, 3(102), 8–13. https://doi.org/10.1007/s44282-025-00251-z
Arifa, Z., Santi, V, N., & Nadifah, M. (2023). Citra Pemuda Muslim dalam Berita Jawa Pos Online: Analisis Linguistik Korpus. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 8(2), 123–130. http://dx.doi.org/10.36722/sh.v8i2.1776
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). APJII Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna- internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
Cheng, W. (2012). Exploring Corpus Linguistics: Language in Action. London, New York: Routledge.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. USA: Sage Publications, Inc.
Lirong, Z. (2022). Studi berbasis korpus: Perbandingan kolokasi dan prosodi semantik sinonim bahasa Indonesia “menyebabkan” dan “mengakibatkan”. Mabasan: Masyarakat Bahasa & Sastra Nusantara, 16(1), 151–172. https://doi.org/10.26499/mab.v16i1.517
Khotimah, N. (2019). Tantangan Independensi Media dalam Pemilu: Kasus Kompas.com. Islamic Communication Journal, 4(2), 139. https://doi.org/10.21580/icj.2019.4.2.3623
Martin, J. R., & White, P. R. R. The Language of Evaluation: Appraisal in English. New York: Palgrave Macmillan.
Muthmainnah, dkk. (2026). The Image of “Nation” and “People” in the Indonesianwac Corpus: A Corpus Linguistic Study. Journal of Social Research. 5(2), 493–507. https://doi.org/10.55324/josr.v5i2.2999
Puspitasari, D. A. & Sukma, B.P. (2022). Memotret Hoaks Covid-19 di Awal Pandemi Melalui Analisis Wacana Berbasis Linguistik Korpus. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 11(2), 243– 261. https://doi.org/10.26499/rnh.v11i2.5152
Prasetiyo, S. M., Gustiawan, R., Farhat, & Albani, F. R. (2024). Analisis pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. BIIKMA: Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia, 2(1), 65– 71. https://jurnalmahasiswa.com/index.php/biikma/article/view/1032
Rohanita, dkk. (2025). Representasi Feodalisme Pesantren dalam Media Televisi: Analisis Pemberitaan Trans7 dan Realitas Sosial di Pesantren An-Nur 2 Bululawang Malang. Yasin: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya. 5(6), 6455–6478. https://doi.org/10.58578/yasin.v5i6.8151
Safira, dkk. (2024). Industrialisasi Media Massa dan Implikasinya Terhadap Kualitas Berita: Studi Media Online Tempo dan Kompas. Merdeka Indonesia Journal International, 4(2), 410. https://doi.org/10.69796/miji.v4i2.248
Sinclair, J. (2004). Trust the Text: Language, Corpus, and Discourse. London: Routledge.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknis Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Sanata dharma University Press.
Sukma, dkk. (2024). Perkembangan Istilah Kata “Buzzer” di Indonesia: Pendekatan Linguistik Korpus. JLA: Jurnal Lingua Applicata, 8(1), 13–30. https://doi.org/10.22146/jla.96981
Syarofi, A., & Nugraha, A. P. (2022). Analisis frekuensi penggunaan istilah keagamaan dalam buku ajar bahasa Indonesia SMA kelas X-XII: Kajian berbasis korpus. METALINGUA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 123–130. https://jurnalmahasiswa.com/index.php/biikma/article/view/1032
Yuliawati, S. (2018). Perempuan atau wanita? Perbandingan berbasis korpus tentang leksikon berbias gender. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 8(1), 53–70. https://doi.org/10.17510/paradigma.v8i1.227
Zakiyah, M. (2018). Makna sapaan di pesantren: Kajian linguistik-antropologis. LEKSEMA: Jurnal Bahasa dan Sastra, 3(1), 11–22. https://doi.org/10.22515/ljbs.v3i1.1014
Copyright (c) 2026 JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.jpg)

